Respon Cepat Kapolsek Tapung Hilir! Turun Cek Sungai Tapung Usai Ditemukan Banyak Ikan Mati

TAPUNG HILIR – Kapolsek Tapung Hilir memberikan respon cepat setelah menerima laporan adanya banyak ikan mati di seputaran Sungai Tapung, Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir. Pada hari Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, serta aktivis lingkungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan menyeluruh.
 
Dalam kegiatan yang menggunakan perahu untuk menelusuri jalur Sungai Tapung tersebut, Kapolsek Tapung Hilir Akp Khairil dan Kanit Intelkam Aipda Ardian, S.H beserta anggota, bekerja sama erat dengan tim dari Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Kabid Penataan Lingkungan Hidup Sdr. Erinaldi. Turut hadir juga Zepril Padela, S.IP selaku Ketua DPC Laskar RMRB Kabupaten Kampar, serta perwakilan Laskar Pemerhati Lingkungan Kecamatan Tapung Hilir Sdr. Fiktor Hutagaol, S.Pt, bersama warga masyarakat Desa Sekijang.
 
Polsek Tapung Hilir Akp Khairil pada Kamis (2/4/2026) menjelaskan bahwa Kami langsung merespons laporan dari masyarakat tentang adanya banyak ikan mati di Sungai Tapung. Sebagai pihak yang bertugas menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat, kami merasa perlu turut serta dalam penyelidikan ini, terutama karena sungai adalah sumber kehidupan bagi warga sekitar. Kerjasama dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini," ujarnya.
 
Kegiatan difokuskan pada pengambilan sampel permukaan air di tiga anak sungai yang menjadi sumber masuk air ke Sungai Tapung, yaitu Anak Sungai Kompe, Anak Sungai Banau, dan Anak Sungai Doliek. Pengambilan sampel ini dilakukan guna mengetahui kondisi kualitas air yang mungkin menjadi faktor penyebab kematian ikan secara massal.
 
Hasil pengecekan awal di lapangan menunjukkan kondisi berikut:
 
- Suhu air dalam kondisi normal

- Kepekatan air berada pada tingkat normal

- Kadar DO (Oksigen Terlarut dalam Air) sekitar 3 mg/L, yang masih dalam batas kewajaran

- Hasil pemeriksaan kadar zat kimia lain masih menunggu hasil uji laboratorium yang akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
 
Meskipun beberapa parameter menunjukkan kondisi normal, tim menemukan bahwa banyak ikan telah mati dan mulai membusuk di sepanjang aliran Sungai Tapung. Hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat, mengingat sungai ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat, baik untuk keperluan konsumsi, pertanian, maupun ekonomi keluarga.
 
"Kita akan menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan ini. Selama ini Sungai Tapung menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga, jadi penting bagi kita untuk segera menemukan solusi agar kejadian serupa tidak terulang," ucap Sdr. Erinaldi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar.
 
Kegiatan penyelidikan berjalan dengan lancar dan aman, dengan harapan hasil uji laboratorium dapat segera diketahui sehingga dapat diambil langkah tindakan yang tepat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat Tapung Hilir.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait