Diduga Preman Sewaan,Aniaya,Pengawas Panen PT Agrinas Afdeling 6 Kebun Eks Torganda Tambusai Timur

Rokan Hulu-Puluhan Preman keroyok karyawan PT Agrinas Kebun Afdeling  6 Kebun Eks PT Torganda Tambusai Timur, Minggu (4/1) akibat penganiayaan tersebut Korban Darman Nduru 33 tahun harus mendapat pengobatan yang intensif.

Kronologis kejadian pada saat itu Korban   Darman Nduru beserta kawanya datang ke kebun  untuk mengecek dan mengawasi karyawan panen di.lokasi tersebut,namun selang beberqpa menit datang puluhan orang yang langsung  menghajar Darman bersama temannya hingga babak belur yang menggunakan tangan kosongr benda tumpul dan senjata tajam akibat penganiayaan tersebut Korbam harus  mendapat perawatan yang insentif dari dokter dan tidak bisa  bisa bekerja seperti biasanya.

Tidak terima  aksi pengeroyokan tersebut korban malamnya langsung melapor ke   Polres Rokan Hulu  kemudian di visum di Rumah Sakit   setelah divisun dilanjutkan ke  Satreskrim Polres Rokan Hulu  untuk proses hukum lebih lanjut.

Usai melapor ke Polres Rokan Hulu,Korban penganiayaan dan pengeroyokan memberikan keterangan ke awak media  bahwa pelaku pe geroyokan tersebut adalah preman sewaan yang didatangkan dari luar untuk pengamanan dilokasi kebun pasca transisi antara PT Torganda dan PT Agtinas dan dirinya mengaku hampir tidak wajah pelaku sebelum tetapi ada satu dua orang yang di kenali.


"kita kaget tiba tiba ada puluhan orang  datang mengeroyok  tanpa ada pertanyaan dan basi basi mereka langsung memukul menendang  menggubakan senjata tajam maupun dengam tangan kosong,'ujarnya kepada wartawan.
'
Darman berharap agar pelaku pengoroyokan tersebut ditangkap secepatbya karena aksi  premanisme dilarang oleh hukum.Lanjutv iDiterangkan Darman korban penganiayaan  nahwa dirinya sudah bekerja dengan PT Agrinas sekitar sebulan dan dalam.masa itu tidak permah ada keributan  yang terjadi setiap hari datang ke lokasi untuk mengawas karyawan panen tidak ada kendala karena Kebun Eks Torganda sudah dikelola oleh PT Agrinas perusahaan BUMN yang telah di tunjuk Negara untuk pengelolaan lahan tersebut, tetapi aneh kenapa ada sekelompok orang  yang menghalangi pihak PT Agrinas dalam pengelolaan lahan kebun tersebut.

"kita menilai ada pihak pihak tertentu yang ingin menguasai kebun ini selain dari  PT Agrinas yang secara resmi telah di tunjuk oleh Negara, dengan cara premanisme  untuk mengambil alih pengelolaan kebun  tersebut," ujarnya.(fauzi)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait