Oknum Kades Tanjung Karang Diduga Gelapkan Dana Desa

Pekan baru riau- Pemotongan Dana Desa Tanjung Karang,Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar,tahun 2020-2022 oleh Pemerintah Pusat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengelolaan Dana Desa.Kamis (30/05/2024).

Terkait persoalan tersebut,Kepala Desa Tanjung Karang.Jumrianto,saat dikonfirmasi awak media melalui melalui pesan WhatsAppp (11/1/2024) mengatakan pada tahun 2023 dana desa dipotong hampir 60%,sehingga semua kegiatan tahun itu di desa tanjung karang tidak bisa dicapai. 

"Maaf pak,tahun 2021 s/d 2022,suda di periksa oleh Inspektorat,jelaskan,jadi lah bawa tahun 2022 itu terakhir kita DD pemotongan dari pemerintah.karena kades busrianto,waktu dia menjabat masih kebanyakan dan yang tidak bisa di pertanggung jawabannya,mulai dari tahun 2020 s/d thn2023,DD'di potong langsung oleh Pusat 20/% tiap tahunnya di tahun 2023 hampir 60,% di potong JD semua ke kegiatan tahun 2023,tidak bisa kita capai,"jawabnya 

Padahal,Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kampar sudah menjelaskan secara tertulis menjawab konfirmasi Rumah Media Grup/RMG (salah satunya media kanalvisual.com) pada tanggal 21 Mei 2024,bahwa penyaluran dan pemotongan Dana Desa Tanjung Karang terjadi pada tahun anggaran 2020-2022 dengan rincian sebagai berikut :

1.Tahun anggaran 2020 pagu dana desa sebesar Rp. 906.324.000, disalurkan sebanyak 4 kali dengan total penyaluran sebesar Rp.729.382.800. Tidak disalurkan sebesar Rp. 176.941.200 (19,53%).

2. Tahun anggaran 2021 pagu dana desa sebesar Rp. 845.951.000, disalurkan sebanyak 15 kali dengan total penyaluran sebesar Rp.704.360.800. Tidak disalurkan sebesar Rp. 141.590.200 (16,7%).

3.Tahun anggaran 2022 pagu dana desa sebesar Rp. 777.314.000, disalurkan sebanyak 7 kali dengan total penyaluran sebesar Rp. 520.537.100. Tidak disalurkan sebesar Rp. 256.776.900 (33%).

4.Tahun anggaran 2023 pagu dana desa sebesar Rp. 974.559.000, disalurkan sebanyak 7 kali dengan total penyaluran sebesar Rp. 974.559.000. Tidak disalurkan sebesar Rp.0 (0%).

Mencermati balasan surat dari DPMD Kab. Kampar dan pesan chat WhatsApp Kepala Desa Tanjung Karang,Jumrianto pada tanggal 11 Januari 2024 tersebut, terdapat perbedaan pada point ke 4 atau tahun 2023. Dimana Jumrianto dalam pesan chat tersebut menyatakan tahun 2023 hampir 60% dipotong sehingga semua kegiatan tahun 2023 tidak bisa dicapai.Sedangkan, dalam surat DPMD ditulis bahwa pada tahun 2023 pagu anggaran dana desa dengan total penyaluran,sama.Artinya,dana desa Tanjung Karang tahun 2023  yang tidak semua disalurkan

Saat dikonfirmasi kembali melalui pesan chat WhatsApp pada Selasa 28 Mei 2024, Kepala Desa Tanjung Karang,Jumrianto mengatakan,bahwa saat itu (pesan chat tanggal 11 Januari 2024) Ia lagi nyetir

"Kalau ketik biasa tu namanya waktu dalam perjalan.lg nyetir mobil sedang abang
mendesak saya jangan.yang  paktanya sesuai dgn aturan.thn 2023 sudah tidak lagi ada pemotongan suda tercapai semua target realisasi Desa,"kata Jumrianto berkilah 

Diminta tanggapannya,Ketua LSM Pelopor di Jakarta, Sumiarto mengatakan,pernyataan Jumrianto tersebut perlu ditelusuri lebih mendalam dengan adanya surat dari DPMD.

Menurut Sumiarto, sebagai Pejabat Publik (Kepala Desa) tidak boleh plin plan.Karena apa yang menjadi ucapannya akan jadi catatan yang akan diingat publik.

"Sangat aneh,lagi nyetir bisa balas pesan chat.Itu hanya alasannya saja karena sudah terang benderang isi surat dari DPMD,"ujar Sumiarto dihubungi Rabu (29/05/2024).

Sumiato menduga laporan penyaluran dana desa tahun 2023 yang disampaikan Jumrianto ke Dinas terkait,tidak sesuai fakta Dengan kata lain,tidak dikerjakan.Alhasil bila ditanya oleh Warga,alasannya dipotong Pemerintah
()

Komentar Via Facebook :