Terkait Pembangunan Puskesmas Mangkrak, Berikut Bantahan Zulhendra Kadis Kesehatan Kampar

KAMPAR ----- Viralnya pemberitaan akan laporan LSM Penjara mengenai proyek pembangunan Puskesmas Kuntu yang disebut mangkrak, dibantah langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at.

"Terkait LSM penjara melaporkan itu hak mereka, tetapi perlu saya klarifikasi terkait laporan masalah pembangunan puskesmas kuntu yang katanya mangkrak tidak benar, yang benarnya pekerjaan puskesmas tersebut putus kontrak, karena rekanan kerja tidak menyelesaikan pekerjaannya sampai batas waktu kontrak yang telah disepakati," ujar Zulhendra, kepada awak media, saat di Konfirmasi mempertanyakan akan viralnya laporan LSM Penjara. Sabtu (11/8/22).

Masalah terjadinya pembiaran sehingga pekerjaan tidak selesai itu, sebagaimana yang dituduhkan Zulhendra juga membantah ' itu juga tidak benar'.

"Kami dari pihak Dinas Kesehatan selalu memantau pekerjaan di lapangan, dan telah memberikan teguran kepada pihak rekanan kerja berupa SP 1, SP 2 , SP 3 dan peringatan terakhir sebelum terjadi pemutusan kontrak," kata Zulhendra dengan tegas

Terkait dengan yang dikatakan adanya dugaan kerugian negara, menurut Zulhendra, dalam hal ini dinas kesehatan membayarkan pekerjaan sesuai dengan bobot pekerjaan yang telah dikerjakan, dan dinas kesehatan juga telah melakukan pemutusan kontrak dengan pihak rekanan kerja dan uang  jaminan pelaksanan sudah kita kembalikan ke kas daerah. 

" Kita lakukan pemutusan kontrak kepeda rekanan kerja,dimana pemutusan kontrak yang dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan yang berlaku setelah dilakukan audit oleh Inspektorat, dan perihal temuan Inspektorat dan BPK telah di tindaklanjuti rekanan kerja. "

Tindak lanjut yang dilakukan rekanan kerja, dari hasil audit Inspektorat dan BPK membuktikan adanya itikad baik dari rekanan kerja

Untuk kelanjutan pembangunan puskesmas ini, setelah dilakukan pemutusan kontrak sesuai dengan peraturan yang ada dan dengan dikembalikannya uang jaminan ke kas negara maka sisa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan akan kembali dikerjakan di tahun 2023 nantinya, dengan sisa anggaran yang ada di Kas Negara. tutup Zulhendra dengan tegas (Mila/Ismail)

Komentar Via Facebook :