Kegiatan Rehabilitasi Jalan Cadas-Kukun Terindikasi Mark-up dan Tabrak Sejumlah Aturan

Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sedang melakukan pembangunan infrastruktur di sejumlah titik lokasi, baik pembangunan jalan maupun irigasi. Namun pada pelaksanaannya diduga banyak kejanggalan yang mengindikasi kearah kecurangan, salah satunya proyek rehabilitasi jalan cadas-kukun yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Wakil Ketua LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA), Herman Arab, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kecurangan dalam proyek tersebut.

"Kami mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya dugaan kecurangan pada proyek rehabilitasi jalan cadas-kukun, kami dari LSM Trinusa langsung kroscek ke lapangan untuk melihat langsung proses pengerjaan proyek tersebut, dan ternyata benar adanya, dilokasi kami menemukan sejumlah kejanggalan pada proyek yang dikerjakan CV. BINTANG MAHA PUTRA tersebut," ucap Herman Arab saat ditemui di kantornya (11/11/2022).

Selain itu, Herman Arab menjelaskan, proyek tersebut tabrak sejumlah aturan dan ada beberapa item yang tidak dilakukan oleh rekanan kontraktor.

"Kegiatan proyek tersebut diduga kangkangi sejumlah aturan dan ada beberapa item yang tidak dilakukan, mulai dari pekerja tidak dibekali alat pelindung diri (APD) sebagai jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tidak ada peralatan keselamatan lalu lintas, tidak ada fasilitas sarana kesehatan di lokasi kegiatan, dan beton lama yang telah dibongkar dibuang begitu saja di bibir sungai" papar Herman.

"Kemudian, pada proses pengerjaannya diduga ada sejumlah kecurangan dan tidak mementingkan kualitas serta kuantitas, beton yang dituang ke badan jalan tidak sesuai spek dan mutu beton tersebut sangat diragukan kualitasnya, karena tampak sekali beton yang dituang sangatlah encer seperti bubur, kadar air pada beton tersebut terlalu banyak, padahal beton yang harusnya digunakan yaitu Readymix fc'30 Mpa 3 hari, plastik lapis beton hanya dipakai menutupi bekisting saja, ketebalan B 0 tidak maksimal, lapis pondasi aggregat kelas A dan kelas B diduga sangat tipis dan tidak sesuai ketentuan kontrak." lanjutnya.

Herman Arab juga meminta kepada instansi terkait untuk mengevaluasi kegiatan tersebut, pihaknhya juga akan turut serta mengawal proses pengerjaan proyek tersebut sampai selesai.

"Kami dari LSM Trinusa meminta kepada pihak dinas terkait untuk mengevaluasi kegiatan tersebut secara ketat, karena yang digunakan adalah uang negara, supaya tidak terjadi kesalah pahaman di masyarakat. Kami juga akan turut mengawasi kegiatan tersebut sampai selesai, jika memang nantinya ada indikasi yang mengarah kepada tindak pidana korupsi, akan kami laporkan kepada penegak hukum." tuturnya.
(Asep Kelonx)

Komentar Via Facebook :