AG Dituntut 4 Bulan Terkait KDRT, Ternyata Penelantaran Tidak Masuk Berkas

Kampar,Kupaskabar.com - Oknum lapas Bangkinang inisial AG dituntut (JPU) Jaksa Penuntut Umum dari kejaksaan negeri Bangkinang Empat 4 bulan penjara di pengadilan Negeri Bangkinang Rabu (29/09/21). 


Dalam pembacaan tuntutan JPU dipengadilan negeri Bangkinang, Terdakwa dituntut hanya 4 bulan penjara karena  terbukti melakukan perbuatan pidana yaitu melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istri sah-nya.


Hari Novrianto, S.H Kasi Pidum kejari Bangkinang diikonfirmasi diruangan kerjanya Rabu Sore (28/09/21) membenarkan.


"Iya sidang Tuntutan terdakwa AG sudah selesai dibacakan dipengadilan negeri Bangkinang hari ini, terdakwa dituntut 4 Bulan penjara,Pasal yang diterapkan terhadap terdakwa pasal 44 undang undang KDRT, "katanya menjelaskan.


"Untuk Sidang lanjutan adalah pembelaan (pledoi) dari terdakwa, kemungkinan sidang ditunda  hanya satu minggu mungkin minggu depan dilanjutkan,"sambungnya.


Ketika Disinggung mengapa perkara Penelantaran tidak masuk kedalam agenda tuntutan JPU ?  sedangkan dipersidangan sebelumnya dibahas oleh JPU dan Hakim yang menyidangkan perkara terdakwa KDRT oknum lapas ini. 


Didalam berkas dakwaan tidak ada dimasukkan, tidak di dakwakan didalam berkas,"kata kasi pidum Menjawab pertanyaan awak media. 


Untuk diketahui dipersidangan sebelum persoalan penelantaran terdakwa terhadap istri-nya UN (korban) dibahas oleh JPU dan majelis hakim di pengadilan negeri Bangkinang,meskipun terdakwa dan korban saling membantah.


Sementara itu di undang undang KDRT dijelaskan,di Pasal 44 ayat (1):  ”Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait