Manajemen Pihak pengelola Roro dan Dishub Memburuk, Ini Kata Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis 

Bengkalis - Akhir-akhir ini terjadi pelonjakan massa pengguna jasa penyeberangan Roro di kabupaten Bengkalis akibatnya berkaitan dengan musim durian dan hari raya idul adha serta masa pergantian tahun ajaran baru, peningkatan ini tidak di barengi dengan peningkatan pelayanan yang baik oleh pihak pengelola, jika di nilai justru makin memburuk untuk penanganan dan antisipasi dari pengelola jasa penyeberangan. 

Hal ini juga disesalkan oleh Muhammad Abdul Kadir Jailani selaku Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, sekaligus Koordinator Daerah Bengkalis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Riau. Sabtu (24/7/21). 

Sebagai kampus yang paling dekat dengan pelabuhan Roro air putih dan Roro juga sudah menjadi jantung kebutuhan yang sangat di perlukan untuk mobilitas menuju ke pulau Bengkalis seharusnya ini harus menjadi perhatian khusus untuk banyak kalangan, apalagi mengingat mahasiswa Polbeng itu tidak hanya dari bengkalis dan provinsi Riau saja, bahkan banyak yang dari luar provinsi Riau ini akan membuat suatu citra yang buruk bagi kalangan mahasiswa dan pengguna jasa lainnya, "terang Muhammad Abdul Kadir Jailani. 

Belum lagi masalah fasilitas sarana dan prasarana yang ada, tetapi kritik kami tertuju mengenai waktu keberangkatan penumpang, dengan 2 jumlah Dermaga dan didapat ada 4 KMP atau roro yang berjalan apakah tidak bisa mengatasi jumlah masa yang antriannya sangat panjang dan Ber jam-jam menunggu. 

Seharusnya masalah manajemen dari pihak pengelola Perusahaan dan Dishub kabupaten Bengkalis harus mengambil langkah baru untuk mengatasi permasalahan ini apakah itu penambahan jumlah Dermaga atau penambahan kapal Roro yang beroperasi, kalau Dermaga baru itu masih beralasankan dengan masalah pedangkalan sehingga tidak bisa di pakai kenapa tidak cepat di ambil langkah perkerukan atau pendalaman, hari ini masyarakat membayar tiket dengan harga yang di rasa cukup mahal tetapi harus di imbangi dengan pelayanan yang baik, kita tidak mau hal ini menjadi permasalahan yang terus terjadi di setiap tahunnya.

"Saya juga mengkritik adanya pelayanan tebang pilih terhadap pejabat dan aparat, banyak sekali yang saya jumpai terjadi terobos antrian dan itu prilaku itu dinilai sangat tercela karna di lihat langsung oleh masyarakat Sehingga kericuhan terjadi akibat pemandangan yang buruk itu" begitu ujar Abdul (Presiden Mahasiswa POLBENG).

Dan harapannya masalah ini secepatnya di pertimbangkan dan di selesaikan, jika hal seperti ini terus terjadi maka akan menjadi citra yang buruk di pandangan masyarakat di pulau Bengkalis maupun luar pulau Bengkalis.(Red) 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait