Dugaan Pemalsuan SKGR, Kuasa Hukum Minta JPU Tuntut Terdakwa  Maksimal 

Rokan Hulu -Sehubungan sidang perkara  pemalsuan surat  dengan Terdakwa  Yeni Irmayati dan Juraidi alias Ibung pada Pengadilan  Negeri (PN) Pasir Pengaraian sebagai Pelapor Damrizal meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dengan tuntutan maksimal sebagaimana dalam rumusan pasal 263 KUHP.

Hal tersebut, disampaikan Kuasa Hukum Damrizal, Indra Ramos, menurutnya permohonan ini selaras dengan agenda persidangan yang telah menyelesaikan pembuktian dan agenda sidang akan memasuki tahap tuntutan JPU.

"Permohonan dengan harapan tuntutan maksimal ini setelah fakta persidangan membuktikan bahwa para Terdakwa terbukti melakukan dan atau mengunakan surat palsu tersebut secara sadar," kata Indra Ramos, Selasa (1/6/2021)

Selain itu, lanjutnya, Terdakwa juga mengakui bahwa ada yang salah dalam Surat SKGR atas nama Yeni Irmayati. 

"Kesalahan tersebut di antaranya Terdakwa Yeni Irmayati tidak pernah melakukan transaksi jual  beli dengan Damrizal dan Samsul Bahri," ungkapnya 

Bahkan,  Terdakwa tidak kenal dengan Damrizal dan Samsul  Bahri. "Terdakwa membeli tanah tersebut pada orang lain, alasan kasihan, sementara terdakwa sadar bahwa tanah yang akan dibaliknamakan tersebut adalah atas nama Damrizal namun ketika balik nama tertulis Samsul Bahri," jelasnya.

" Terdakwa sadar dan menandatangi SKGR tersebut tanpa mengukur, melihat lokasi atau  bertemu dengan sempadan dan pemilik tanah," sambungnya.

Kuasa Pelapor pun telah mengirim surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohul  untuk mohon dituntut dengan tuntutan maksimal yaitu 6 tahun penjara dan mengembalikan tanah tersebut kepada Damrizal. 

"Kita akan kawal perkara ini mudah mudahan keadilan terwujud. Kita akan melakukan langkah hukum kalau tuntutan tidak maksimal,"  Kata ndra Ramos mengakahiri.
***(Alfian)

Komentar Via Facebook :